Polemik Laptop Merah Putih

Telusur.ID- Dalam rangka peningkatan penggunaan produk Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam negeri terutama dibidang pendidikan maka Kemendikbut melakukan perencanaan perancangan produk di bidang TIK yaitu salah satunya Laptop Merah Putih yang akan diproduksi di dalam negeri. Laptop ini dibuat menggunakan sumber daya manusia dalam negeri melalui kerja sama antar beberapa perguruan tinggi dan produksi laptop merah putih dapat dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada impor di bidang TIK.

Pembuatan laptop merah putih yang memiliki sertifikat TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) di tahun 2021 memiliki anggaran sekitar 3,7 triliun untuk pengadaan unit laptop sebanyak 431.730 unit.

Bacaan Lainnya

Dalam perencanaan tersebut dilibatkan dalam penyusunan kerja sama dengan 3 perguruan tinggi saat ini (ITB, UGM dan ITS) bertujuan untuk catching up dan Transfer of Knowledge, menyatukan knowledge untuk belajar terlebih dahulu, sehingga pada tahun 2021 ini fokus pada pematangan perencanaan laptop merah putih, selanjutnya di tahun depan 2022 bisa fokus pada pelaksanaan produksi laptop merah putih dan lulus pengujian secara elektronis dan fisik, sehingga dengan dilakukannya konsorsium ini diharapkan TKDN dapat bergerak meningkat ke hulu. (dikutib dari https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/program-pengembangan-laptop-merah-putih-sebagai-karya-dalam-negeri-dikti-edu/)

Namun saat ini banyak Brand Laptop yang sudah mengeluarkan produknya untuk menyambut Program tersebut, terutama Brand Laptop dalam negeri (ex: Zyrek), bahkan dalam perkembangannya laptop-laptop “Merah Putih” besutan Brand Dalam Negeri sudah direview oleh beberapa Channel Youtube terkenal yang mencoba mengenulas produk-produk tersebut.

Banyak ulasan mengenai Laptop “Merah Putih” yang berkesan negative, terutama dalam hal perbandingan HARGA VS PERFORMA Laptop “Merah Putih” yang ada. Ini dikarenakan Spek yang ditawarkan yang “Katanya” sesuai dengan lampiran X Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021, Jumat (30/7/2021), berikut ini adalah spesifikasi minimal Laptop “Merah Putih”:

Tipe prosesor core2, frekuensi : ≥ 1,1 GHz, Cache 1M
Memori standar terpasang4 GB DDR4
Hard drive32GBUSB
Portdilengkapi USB 3.0
NetworkingWLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
Tipe grafisHD integrated
Audiointegrated
Monitor11 inci LED
Daya/powermaksimum 50 watt
Operating system Chrome OS 
Device managementready to activated chrome education upgrade (harus diaktivisi setelah penyedia ditetapkan sebagai pemenang)
Masa garansi1 tahun.
Dikutip dari : https://www.liputan6.com/tekno/read/4619953/zyrex-komentari-soal-spesifikasi-laptop-merah-putih-yang-ramai-diperbincangkan
Dikutip dari : https://www.liputan6.com/tekno/read/4619953/zyrex-komentari-soal-spesifikasi-laptop-merah-putih-yang-ramai-diperbincangkan

Sesuai dengan spek minimal yang dipersyaratkan Laptop “Merah Putih” merupakan jenis Varian “Crome Book” yang notabene merupakan alternatif Komputer Mobile / Laptop yang mengedepankan fungsional dalam berkegiantan secara online dengan “Harga Terjangkau” serta memiliki performa yang bagus. Ini semua dikarenakan “Crome Book” disuport oleh Google sebagai pengembang OS-nya.

Dari banyak review yang ada banyak yang mempertanyakan tentang Harga Pasaran yang ditawarkan oleh Brand-brand dalam negeri yang nyatanya jauh diatas Harga Pasaran “Crome Book” besutan Brand-brand Internasional.

Mungkin polemik ini bisa terjawab jika kita melihat dari sisi perbandingan jumlah produksi dari Brand Dalam Negeri dengan Brand Luar/Internasional yang bisa saja berbanding jauh, karena Jumlah Produksi sebuah Produk sangat berpengaruh pada Harga Jual, secara sederhana bisa dibilang makin banyak Produksi Sebuah Produk makin murah pula Produk tersebut.

Kita lihat saja perkembangan Program Laptop “Merah Putih” akan seperti apa kedepannya nanti, mudah-mudah Program Laptop “Merah Putih” bisa menjadi solusi terbaik dalam Dunia Pendidikan di Negeri ini.

Tinggalkan Balasan